Lebaran Tinggal Dua Hari Lagi — Cerpen Koran Minggu

Cerpen Komala Sutha (Republika, 31 Mei 2020) MARHAN termenung depan etalase, sembari melempar pandang ke arah utara. Pada pohon sukun. Buahnya lebat. Sesekali–tidak disebut kerap—saban hendak pulang, majikannya memberi sukun. Tidak dua, apalagi tiga atau empat. Satu buah saja. Istrinya di rumah gembira jika dibawakan buah sukun. Dengan segera dikupas, diiris tipis, lalu digoreng usai […]

Lebaran Tinggal Dua Hari Lagi — Cerpen Koran Minggu

Ingin Corona Selesai

Sudahlah corona, jangan mengendap disitu lalu menebarkan kejelakan oranglain. Sudah cukup menderita kami di sini.

Enyahlah, kau dari bumi kami yang tercinta dan damai ini. sebab ada kau tak lagi tenang dan kami selalu terusik dengan aturan dan teguran, yang jadi beban setiap hari. pasar pasar sepi dan jalanan lengang, karena kau ingin hadir, lalu kau, kami cegah dengan jaga jarak. Persaudaran kami terputus sementara. Dengan sementara ini jangan kau lanjutkan selamanya .

beginilah kami begitu tersiksa menahan dan memendam suatu rencana untuk kebaikan bersama. Mohon maaf, kami mengusirmu di sini.

Pandeglang,22/5/2020

Malam ke 19

orang-orang mengencangkan perutnya ketika wabah menjalar di mana-mana.

Ada yang dengan ikat pinggang kulit sapi.adapula terbuat dari kulit kambing.

Silakan pilih jika mau beli. Tak beli juga tak apa – apa. kedua pilihan adalah hidup juga.

Masih mengencangkan perutnya tiba-tiba maksud dan tujuan itusulit terbaca.

Pangedlang, 19/5/2020

Ke Pasar Sekarang

dua belahan jiwaku Meratus ratu menarik kedua tanganku yang ku gambut di dada.

Yu pak kita ke pasar. Beli baju baru dan cekana baru. Tangan panjang ya serupa baju muslim. Agar bisa dioake.hari lebaran.

Tanganku masih ditarik hingga lepas dari dekaoan dadaku. Ajak ibu ya. Kata anak laki dan perempuan. Dua pasang kekasihku

Harap menunggu keputusanku. Dari sudut senyumku menggunakan ratusan anak anakku. Oke sabalah katalu.

Pandeglang 13/5)2020

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ruang Sastra

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis…

Lihat pos aslinya 190 kata lagi

Butuh Waktu

Mencari sesuatu yang hilang seperti mencari jarum dalam jerami.

Kau ada dan tetap ada

Pandeglang 10/4/2020

Ruang Sastra

Berjalanlah bersama garis tangan. Menuruni lembah dan bebatuan terjal.

Ada banyak aku lihat

Pohon – pohon menunduk daun-daun tetap menghijau. tiupan angin mempermainkan keangkuhannya

Pada daun-daun yang terus bergoyang dan sebagian daun lain terjatuh karena gesekan

Pandeglang, 10/4/2020

Lihat pos aslinya

Awal waktu dimulai di sini

Berjalanlah bersama garis tangan. Menuruni lembah dan bebatuan terjal.

Ada banyak aku lihat

Pohon – pohon menunduk daun-daun tetap menghijau. tiupan angin mempermainkan keangkuhannya

Pada daun-daun yang terus bergoyang dan sebagian daun lain terjatuh karena gesekan

Pandeglang, 10/4/2020

Puisi

DILARANG KELUAR RUMAH

Jalanan pun sepi
Orang-orang mengendap

di dalam rumah
Pandemi mewabah
Seluruh takut terhimpun
Dalam cemas

Letih pikiran letih harapan
Hari ini duka dikabarkan

Raga berguguran
Menyeruak ke dalam kesempatan

Kapan Corona itu pergi tanpa meninggalkan sisa
Kami di rumah ingin kerja
Ke luar bertemu saudara
Yang sudah menunggu agak lama

Semua hilang kesempatan

22/3/2020